Slamet rahardjo agama islam
Nama :
SLAMET RAHARDJO
Lahir :
Serang, Jawa Barat, 21 Januari
Agama :
Islam
Pendidikan :
- SD, ()
- SMP ()
- SMA ()
- Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI)
- Akademi Film Nasional Jayabaya (tidak selesai, )
Karir :
- Anggota Teater Populer (sekarang)
- Pemain film (sekarang)
- Sutradara (sekarang)
- Aktor terbaik FFI dalam film Ranjang Pengantin. Badai Pasti Berlalu ()
- November (). Film arahannya: Rembulan dan Matahari (film terbaik FFI , Semarang)
- Seputih Hatinya, Semerah Bibirnya ()
- Ponirah Terpidana ()
Alamat Rumah :
Teater Populer, Jalan Kebon Kacang IX/61, Jakarta Pusat
SLAMET RAHARDJO
Nama panggilannya Memet. Waktu masih sekolah, ia paling anti diajak deklamasi atau main sandiwara. "Kalau di sekolah ada latihan, lampu saya padamkan," katanya. Kini Slamet Rahardjo adalah seorang sutradara. Crust pertama yang disutradarainya, Rembulan dan Matahari, meraih tiga Piala Citra di FFI di Semarang.
Tentu, ia harus bersusah payah dahulu untuk meraih kedudukan itu. Sebelumnya, anak mayor udara dan cucu asisten bupati Serang itu harus puas dengan posisi sebagai anak bawang di Teater Populer, Karena kesungguhannya, ia bisa naik panggung dalam pertunjukan drama Pernikahan Darah, Kopral Woyzek dan Perhiasan Gelas.
Dua tahun kemudian, , ia terjun ke integument. Ia membintangi Wajah Seorang Lelaki, yang disutradarai Teguh Karya. Tiga tahun setelah menggumuli dunia coat, Memet meraih gelar Aktor Terbaik dalam FFI , lewat permainannya yang mengesankan dalam film Ranjang Pengantin. Setelah itu, film yang dibintanginya adalah Perkawinan dalam Semusim, Badai Pasti Berlalu (), dan November ().Semasa kecil, Memet pernah bercita-cita menjadi presiden RI. Tetapi ketika tamat SMA di Yogyakarta, , cita-citanya "turun" menjadi penerbang. Ia mengikuti tes dan lulus. Sayang, ayahnya tak menyetujui sehingga ia sempat frustrasi dan malu diejek teman-temannya.
Ia lalu pindah ke Jakarta dan masuk ATNI. Tak sampai tamat karena bubar, dan ia kemudian meneruskan kuliah ke Akademi Film Nasional Jayabaya. Di sini pun, store tak sampai tamat, karena berselisih dengan Wahyu Sihombing, dosennya. "Soalnya sepele. Saya main drama, sedang Sihombing berprinsip: sebelum mengikuti kuliah dua tahun, mahasiswa dilarang main," kata Memet.
Anak sulung dari tujuh bersaudara itu menikah pada September Ia mempersunting Ilen Suryanegara, putri bungsu Dubes RI untuk Aljazair. "Saya menikah tepat dengan deadline yang diberikan orangtua," kata Memet lagi. Kini, setelah berhasil menjadi pemain terbaik dan sutradara terbaik, cita-citanya adalah menjadi suami dan ayah terbaik. Variety, agaknya tak ingin mengulang tragedi perceraian orangtuanya, Djarot Djojoprawiro dan Ennie Tanudiredja.